Deti 1 News.Net
Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) Penelitian RKI 2026 bertema “Transformasi Digital dan Ketahanan Sosial UMKM” pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, praktisi, dan pelaku usaha dalam merumuskan strategi penguatan ekosistem UMKM berbasis digital di Jawa Barat.

FGD dipimpin oleh Ketua Peneliti RKI 2026, Prof. Dr. H. Suwarno Messi, serta dihadiri tim peneliti RKI 2026, perwakilan pemerintah daerah, akademisi, praktisi industri, fasilitator, moderator, notulis, tim teknis, dan unsur pendukung kegiatan.
Turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Prof. Dr. Hj. Nani Sutami, M.Pd., perwakilan Dinas UMKM Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung, serta 10 pelaku UMKM dari berbagai sektor yang telah berhasil mengimplementasikan transformasi digital dalam pengembangan usahanya.
Dalam sambutannya, Prof. Suwarno Messi menegaskan bahwa penelitian RKI 2026 diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data empiris dan pengalaman lapangan. Menurutnya, sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM di tengah percepatan transformasi digital.
Selanjutnya, Prof. Nani Sutami memaparkan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong transformasi digital koperasi dan usaha kecil. Ia menekankan bahwa digitalisasi merupakan salah satu strategi utama untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing UMKM di tingkat regional maupun nasional.
Diskusi semakin kaya melalui sesi best practice yang disampaikan oleh Lantas Taufik Faturahman. Dalam pemaparannya, ia membagikan pengalaman sebagai pelaku UMKM yang berhasil menerapkan transformasi digital sekaligus membangun ketahanan sosial dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika dunia usaha.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Cucu Sukma, M.Pd., yang mengulas berbagai aspek strategis terkait penguatan kapasitas UMKM. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang dipandu oleh Dr. Intan Sari Melani, S.Pd., M.Pd., sehingga seluruh peserta dapat bertukar pandangan dan memberikan masukan terhadap arah penelitian.
FGD Penelitian RKI 2026 dirancang untuk mencapai empat tujuan utama, yaitu memperdalam pemahaman mengenai transformasi digital, ketahanan sosial, dan pemberdayaan komunitas UMKM pada era pascapandemi; menghimpun perspektif dari berbagai pemangku kepentingan mengenai peluang dan tantangan implementasi transformasi digital; mendokumentasikan praktik-praktik terbaik dari pelaku UMKM yang sukses beradaptasi dengan perkembangan teknologi; serta memperkuat validasi data kuantitatif melalui temuan kualitatif sekaligus membangun sinergi antara institusi penelitian, pemerintah, dan praktisi.
Melalui forum ini, tim peneliti berharap hasil diskusi tidak hanya memperkaya kajian akademik, tetapi juga menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung penguatan ekosistem UMKM berbasis digital di Jawa Barat.
Kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam FGD ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi, memperkuat ketahanan sosial pelaku usaha, serta mempercepat transformasi digital UMKM sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
* Andi Setiawan *






























